Mata
Kuliah : Profesi Keguruan
Semester :
II
Oleh :
Juwati
Npm : 2016101005
Dosen : Agus Susilo, S.Pd.B.,M.M
Judul : Konsep
Profesi Keguruan:
a) Pengertian
Profesional,
b) Profesi
dan Profesionalisme Kerja,
c) Asas
Pokok Profesionalisme Aspek-aspek
Yang Perlu Diperhatikan dalam Mengembangkan
Profesionalisme,
d) Karakteristik Profesionalisme,
e) Watak
Kerja Seorang Profesionalisme
Konsep Profesi Keguruan:
a)
pengertian profesional
profesional menunjukan pada dua hal yaitu:
1. orang
yang menyandang suatu profesi, contohnya
dia adalah orang yang profesional
2. penampilan
seseorang dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya.
3. Menguasai
ilmu secara mendalam dibidangnya,
4. Mampu
mengkonversikan ilmunya menjadi suatu ketrampilan,
5. Selalu
menjunjung tinggi etika dan integritas profesi,
6. Memiliki
sikap: komitmen yang tinggi, jujur, tanggung-jawab, berpikir sistematis,
menguasai materi.
b)
Profesi dan Profesionalisme Kerja
1. Pengertian Profesi
i. Suatu
profesi biasanya mempunyai asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi
dan lisensi yang khusus dibidang profesi. Contoh profesi adalah pada bidang
hukum, kedokteran, keuangan, militer, teknik, komputer dan desainer.
ii. Bidang
pekerjaan yang dilandasi dengan suatu pendidikan didalam keahlian
(keterampilan, kejujuran,kemampuan, dsb.) tertentu.
iii. Profesi
merupakan sebuah pekerjaan, namun tidak semua pekerjaan adalah profesi. Profesi
merupakan pekerjaan purna waktu.
iv. Pekerjaan
yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus.
2. Profesionalisme
kerja
Tantric Abeng (dalam Moeljono 2003:107),
menyatakan bahwa “Profesionalisme terdiri dari atas tiga unsur, yaitu
Knowledge, Skill, Integrity, dan selanjutnya ketiga unsur tersebut harus
dilandasi dengan iman yang teguh, pandai bersyukur, serta kesediaan untuk
belajar terus menerus jadi dapat dikatakan bahwa profesionalisme kerja adalah
suatu kemampuan dan keterampilan seseorang dalam melaksanakan tugas sesuai
dengan bidang dan tingkatan masing-masing secara tepat waktu dan cermat.”
Profesionalisme menyangkut kecocokan antara kemampuan yang dimiliki oleh
birokrasi dengan kebutuhan tugas. artinya keahlian yang dimiliki dan kemampuan
aparat merefleksikan arah dan tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi.
c)
Asas Pokok Profesionalisme
Aspek-aspek Yang Perlu
Diperhatikan dalam Mengembangkan Profesionalisme.
1. Asas
pokok profesionalisme
2. Aspek-aspek
yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan profesionalisme
Salah satu permasalahan
pendidikan yang secara signifikan berpengaruh terhadap rendahnya kualitas
pendidikan di Indonesia yaitu: (1) ketersediaan pendidik dan tenaga
kependidikan yang belum memadai secara kuantitas dan kualitas, (2) sarana dan
prasarana belajar yang belum tersedia dan belum didayagunakan secara optimal,
(3) pendanaan pendidikan yang belum memadai untuk menunjang mutu pembelajaran,
(4) proses pembelajaran yang belum efisien dan efektif.
Salah satu cara untuk
meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia adalah melalui peningkatan
kompetensi guru. Sebagai tenaga pendidik, guru harus selalu berorientasi pada
peningkatan profesionalismenya, jika tidak ingin tertinggal oleh perkembangan
jaman. Berbagai upaya untuk mengembangkan profesionalisme guru terus dilakukan,
baik secara individual maupun kelompok, seperti melanjutkan pendidikan ke
jenjangyang lebih tinggi seperti Universitas, mengikuti
lokakarya/seminar/konferensi, melakukan penelitian tindakan kelas, dan terlibat
dalam analisis kurikulum beserta implementasi.
Kegiatan pembelajaran
merupakan kegiatan yang esensial dalam keseluruhan proses pendidikan. Hal ini
berarti pencapaian tujuan pendidikan
banyak bergantung pada bagaimana proses mengajar telah dirancang dan dijalankan
secara profesional. Setiap kegiatan pembelajaran selalu melibatkan dua pelaku
aktif, yaitu guru dan siswa. Peningkatan mutu pembelajaran dapat dimulai dengan
meningkatkan kualitas guru dalam mengajar dan berprilaku profesional. Berbagai
penataran dan pelatihan guru menjadi salah satu bentuk dari upaya tersebut.
Akan tetapi, hal ini tidak membekas
dalam keseharian aktivitas guru. Inilah
yang mendasari adanya perbaikan yang menitikberatkan kepada kondisi nyata di
lapangan, mulai dari kondisi di kelas, sekolah, dan guru.
Langkah awal yang perlu
diperhatikan untuk dapat menghasilkan siswa yang mempunyai berkualitas yang
tinggi adalah bagaimana siswa dapat menyukai materi yang akan dibawakan oleh
guru. Sebaik apapun pendekatan atau metode pembelajaran yang dilakukan oleh
seorang guru dalam membawakan materi pembelajarannya akan kurang bermakna dan
akan banyak menemui hambatan bila siswa tidak menyenangi materi yang
disampaikan.Kecakapan seorang guru dalam menyampaikan materi dapat menggugah
semangat yang motivasi siswa untuk mempelajarinya adalah suatu prestasi
tersendiri yang untuk menunjukkan tingkat keprofesionalan guru yang
bersangkutan. Salah satu bentuk pembinaan guru yang dapat dilakukan untuk
meningkatkan profesionalisme guru dalam mencapai kualitas pembelajaran adalah
Lesson Study.
d)
Karakteristik Profesionalisme
Karakteristik
atau ciri-ciri profesi. Siebert dkk dalam Dahlan (1999) berpendapat bahwasannya
suatu bidang disebut sebagai profesi apabila;
(1)
memiliki body of knowledge,
(2)
memiliki kode etik profesi,
(3)
adanya kontrol akses yang tertutup bagi orang yang ingin memasukinya.
Body
of Knowledge atau badan pengetahuan bisa ditunjukkan dengan terumuskannya suatu
model kerja maupun model kerangka berpikir sebuah bidang. Body of knowledge
juga bisa dilihat dari adanya suatu filsafat/falsafah, misi dan tujuan bidang
tersebut secara jelas. Sedangkan Kode Etik adalah suatu perangkat pedoman
tingkah laku yang mengikat semua anggota profesi. Kode Etik disusun dan
dikeluarkan oleh sebuah organisasi profesi. Terakhir, kontrol akses yang
tertutup adalah adanya upaya yang dilakukan oleh (utamanya) organisasi profesi
untuk menyelekasi dan atau memberi kriteria bagi orang yang ingin menjadi
professional. Seleksi tersebut bisa berupa serangkaian test administrative,
test pengetahuan dan skill. Pengukuhan oleh sebuah organisasi profesi juga bisa
dikatagorikan sebagai kontrol.
e)
Watak Kerja Seorang Profesionalisme
Watak
Profesionalisme dibagi menjadi tiga, yang merupakan persyaratan untuk setiap
kegiatan pemberian "jasa profesi" (dan bukan okupasi) yaitu
·
bahwa kerja seorang profesional
beritikad untuk merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi yang
digeluti. oleh karena itu, hal ini tidak terlalu mementingkan atau mengharapkan
imbalan upah materiil;
·
bahwa kerja seorang profesional harus
dilandasi dengan kemahiran teknis yang berkualitas tinggi yang dicapai melalui
proses pendidikan atau pelatihan yang panjang, ekslusif dan berat;
·
bahwa kerja seorang profesional dapat
diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral yang harus menundukkan diri
pada sebuah mekanisme kontrol berupa kode etik yang dikembangkan dan disepakati
bersama didalam sebuah organisasi profesi.
KESIMPULAN
Cara meningkatan
kualitas pembelajaran dapat dimulai dari meningkatkan kualitas guru dalam
mengajar dan berprilaku profesional. Kemampuan seorang guru untuk menggugah
minat dan motivasi siswa dalam belajar adalah suatu prestasi tersendiri yang
menunjukkan tingkat keprofesionalan guru. Salah satu bentuk pembinaan guru yang
dapat dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam mencapai kualitas
pembelajaran adalah Lesson Study. Lesson Study adalah model pembinaan profesi
guru melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan
berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas
belajar. Komunitas Belajar dalam lingkungan sekolah dilakukan sebagai konsep
penting dalam pengembangan budaya dan kualitas sekolah. Dalam implementasinya,
ada tiga tahapan yang harus dilakukan, yaitu merencanakan(plan), melaksanakan
(do), dan merefleksikan (see).
DAFTAR
PUSTAKA
http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._KURIKULUM_DAN_TEK._PENDIDIKAN/197706132001122-LAKSMI_DEWI/ETIKA_PROFESI/PRESENTASI_PERKULIAHAN/pert-3_konsep_profesi.pdf
http://fti.uajm.ac.id/ajar/Etika%20Profesi%20Komputer/02%20Pengertian%20Profesi%20dan%20Profesionalisme.pdf
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/49395/3/Chapter%20II.pdf
file:///C:/Users/User/Downloads/227-379-1-SM.pdf
http://blog.trisakti.ac.id/yulikurnianingsih/files/2015/10/3-Profesionalisme-dan-kode-etik.pdf
http://directory.umm.ac.id/Data%20Elmu/pdf/frida11.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar