Mata
Kuliah : Profesi Keguruan
Semester :
II
Oleh :
Juwati
Npm : 2016101005
Dosen : Agus Susilo, S.Pd.B.,M.M
Judul : Kompetensi
Sebagai karakter utama Guru:
- Apa itu karakter?
- Karakter utama guru
- Guru dan pendidikan karakter
- Guru dan pengitegrasian pendidikan karakter
Pengertian
Kompetensi
Menurut
Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan WJS Purwadarminto (1999: 405), pengertian
kompetensi adalah kekuasaan untuk menentukan atau memutuskan suatu hal.
Pengertian dasar kompetensi adalah kemampuan atau kecakapan.
Kompetensi
Guru 16 Menurut Zamroni (2001: 60), guru adalah orang yang memegang peran
penting dalam merancang strategi pembelajaran yang akan dilakukan. Keberhasilan
proses pembelajaran sangat tergantung pada penampilan guru dalam mengajar dan
kegiatan mengajar dapat dilakukan dengan baik dan benar oleh seseorang yang
telah melewati pendidikan tertentu yang memang dirancang untuk mempersiapkan
sebagai seorang guru. Pernyataan tersebut mengantarkan kepada pengertian bahwa
mengajar adalah suatu profesi, dan pekerjaan guru adalah pekerjaan profesional.
Setiap pekerjaan profesional dipersyaratkan memiliki kemampuan atau kompetensi
tertentu agar yang bersangkutan dapat melaksanakan tugas-tugas profesionalnnya.
A.
Pengertian Karakter
Secara
etimologis, kata karakter (Inggris: character) berasal dari bahasa Yunani (Greek),
yaitu charassein yang berarti “to engrave” (Ryan and Bohlin, 1999: 5). Kata “to
engrave” bisa diterjemahkan mengukir, melukis, memahatkan, atau menggoreskan (Echols
dan Shadily, 1987: 214).
Dalam Kamus
Bahasa Indonesia kata “karakter” diartikan dengan tabiat, sifat-sifat kejiwaan,
akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain, dan watak.
Karakter juga bisa berarti huruf, angka, ruang, simbul khusus yang dapat
dimunculkan pada layar dengan papan ketik (Pusat Bahasa Depdiknas, 2008: 682).
Orang berkarakter berarti orang yang berkepribadian, berperilaku, bersifat,
bertabiat, atau berwatak. Dengan makna seperti ini berarti karakter identik
dengan kepribadian atau akhlak. Kepribadianmerupakan ciri atau karakteristik atau
sifat khas dari diri seseorang yang bersumber dari bentukan-bentukan yang diterima
dari lingkungan, misalnya keluarga pada masa kecil, dan juga bawaan sejak lahir
(Koesoema, 2007: 80).
B.
Karakter utama guru
Suyanto danHisyam (2000) mengemukakan tentang
beberapa kemampuan guru yang mencerminkan guru yang efektif, yaitu:
1.Kemampuan
yang terkait dengan iklim kelas, terdiri dari:
1) memiliki
kemampuan interpersonal, khususnya kemampuan untuk menunjukkan empati,
penghargaan kepada siswa, dan ketulusan;
2) memiliki
hubungan baik dengan siswa;
3) secara
tulus menerima dan memperhatikan siswa;
4) menunjukkan
minat dan antusiasme yang tinggi dalam mengajar;
5) mampu
menciptakan atmosfer untuk bekerja sama dan kohesivitas dalam kelompok;
6) melibatkan
siswa dalam mengorganisasikan dan merencanakan kegiatan pembelajaran
7) mampu
mendengarkan siswa dan menghargai hak siswa untuk berbicara dalam setiap diskusi;
8) meminimalkan
friksi-friksi di kelas jika ada.
2.
Kemampuan yang terkait dengan strategi manajemen, terdiri dari:
1) memiliki
kemampuan secara rutin untuk mengahadapi siswa yang tidak memperhatikan, suka
menyela, mengalihkan pembicaraan, dan mampu memberikan transisi dalam mengajar;
serta
2) mampu
bertanya atau memberikan tugas yang memerlukan tingkatan berfikir yang berbeda.
3.
Kemampuan yang terkait dengan pemberian umpan balik dan penguatan (reinforcement),terdiri
dari:
1) mampu
memberikan umpan balik yang positif terhadap respon siswa;
2) mampu
memberikan respon yang membantu kepada siswa yang lamban belajar;
3) mampu
memberikan tindak lanjut terhadap jawaban yang kurang memuaskan; dan
4) mampu
memberikan bantuan kepada siswa yang diperlukan.
4.Kemampuan
yang terkait dengan peningkatan diri, terdiri dari:
1) mampu
menerapkan kurikulum dan metode mengajar secara inovatif;
2) mampu
memperluas dan menambah pengetahuan metode-metode pengajaran; dan
3) mampu
memanfaatkan perencanaan kelompok guru untuk menciptakan metode pengajaran
C.
Guru dan pendidikan karakter
a) Salah
satu upaya pemerintah dalam rangka membentuk karakter bangsa yang baik di
Indonesia yaitu melalui pendidikan. Pada tanggal 11 Mei 2010, pemerintah
melalui Kementerian Pendidikan Nasional mencanangkan penerapan pendidikan
karakter bagi semua tingkat pendidikan, bagi sekolah dasar hingga perguruan
tinggi
b) Tujuan pendidikan karakter pada dasarnya
adalah mendorong lahirnya anak-anak yang baik. Tumbuh dan berkembangnya
karakter yang baik akan mendorong peserta didik tumbuh dengan kapasitas dan
komitmennya untuk melakukan berbagai hal yang terbaik dan melakukan segalanya
dengan benar dan memiliki tujuan hidup
c) Agar
tujuan penerapan pendidikan karakter dapat berjalan dengan maksimal, sekolah
perlu membuat kurikulum terpadu di semua tingkatan kelas, karena setiap peserta
didik memiliki hak yang sama untuk mendapatkan materi mengenai pengembangan
karakter. Oleh karena itu, sebagaimana dinyatakan dalam buku panduan pendidikan
karakter yang dikeluarkan oleh Kemendiknas bahwa penyelenggaraan pendidikan
karakter perlu dilaksanakan secara bersama-sama, oleh semua pendidik termasuk
pendidik umum yaitu pendidik-pendidik yang mengajar mata pelajaran umum,
seperti pendidik matematika, pendidik pendidikan jasmani, pendidik ilmu
pengetahuan sosial, pendidik pengetahuan alam dan lain-lain
D. Guru dan
pengintegrasian pendidikan karakter
Pendidikan karakter dapat diintegrasikan
dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran dengan mengembangkan materi
pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap mata pelajaran,
dan dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari sehingga pembelajaran nilai-nilai
karakter tidak hanya pada tataran kognitif, tetapi menyentuh pada internalisasi,
dan pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik sehari-hari di masyarakat. Dalam
pengembangan nilai dan karakter peserta didik, maka guru harus memiliki
kelebihan dalam merealisasikan nilai spiritual, emosional, moral, sosial,
intelektual dalam pribadinya, serta memiliki kelebihan dan pemahaman ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni sesuai dengan bidang yang dikembangkan. Disisi
lain guru harus mempunyai karakter disiplin dan kesadaran profesional karena
mereka bertugas untuk mendisiplinkan peserta didik didalam sekolah, terutama dalam
pembelajaran
integrasi Pendidikan Karakter dalam
Pembelajaran
Dalam pendidikan karakter di lembaga pendidikan, semua
komponen (stakeholders) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan
itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas
hubungan, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan lembaga
pendidikan, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana
prasarana, pembiayaan dan ethos kerja seluruh warga dan
lingkungan lembaga pendidikan.
KESIMPULAN
Pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam
pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan
norma atau nilai-nilai pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan,dieksplisitkan,
dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Dengan demikian,pembelajaran
nilai-nilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif, tetapi menyentuh pada
internalisasi, dan pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik sehari-hari
di masyarakat.Guru harus memiliki kelebihan dalam merealisasikan nilai spiritual,
emosional, moral, sosial, intelektual dalam pribadinya, serta memiliki
kelebihan dan pemahaman ilmu pengetahuan, teknologi dan seni sesuai dengan
bidang yang dikembangkan. Disisi lain guru
mesti
disiplin dimana harus mematuhi berbagai peraturan dan tata tertib secara
konsisten, atas kesadaran profesional karena mereka bertugas unutk
mendisiplinkan peserta didik didalam sekolah, terutama dalam pembelajaran. Oleh
karena itu menanamkan disiplin guru harus memulai dari dirinya sendiri, dalam
berbagai tindakan dan perilakunya.
DARTAR
PUSTAKA
https://www.slideshare.net/krista04/jurnal-ilmiah-pendidikan-karakter-bangsa
http://eprints.uny.ac.id/8535/3/BAB%202%20-%2005401241036.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar